kesempatan hamil setelah melakukan aborsi klinik aborsi raden saleh jakarta

kesempatan hamil setelah melakukan aborsi klinik aborsi raden saleh jakarta

kesempatan hamil setelah melakukan aborsi

Aborsi atau menggugurkan kandungan menjadi pengalaman yang menyedihkan dan traumatis bagi beberapa wanita. Banyak wanita yang terpaksa melakukan aborsi karena belum siap untuk hamil, sementara sisanya mungkin terpaksa menggugurkan janinnya karena alasan medis atau fisiologis.

Sementara itu, mengandung kehamilan setelah melakukan tindakan aborsi akan membutuhkan sedikit tindakan pencegahan dan perencanaan. Salah satunya adalah aborsi di tempat aborsi yang aman dan terpercaya.

Klinik aborsi jakarta merangkum beberapa fakta yang perlu Anda ketahui terkait kehamilan yang terjadi setelah sempat melakukan aborsi.

1. Aborsi tidak mengganggu kesuburan

Kesempatan Hamil Setelah Tindakan Aborsi jika dilakukan dengan seorang ahli perpengalaman di bidang aborsi dan dengan bimbingan medis yang tepat, merupakan prosedur yang aman dan tidak mengganggu kesuburan seseorang dengan cara apa pun. Namun, apabila prosedur aborsi yang tidak aman dapat berpotensi merusak organ reproduksi seperti tuba fallopi dan indung telur, sehingga berpengaruh terhadap kesuburan.

2. Aborsi berulang di masa lalu menyebabkan leher rahim lemah

Kesempatan Hamil Setelah Tindakan Aborsi, Menjalani tindakan aborsi untuk menunda kehamilan tidak akan terlalu merugikan. Namun, jika Anda menjalani beberapa prosedur aborsi dan pelebaran dapat menyebabkan munculnya jaringan parut di bagian atas serviks atau di dalam rahim.

Terlepas dari hal tersebut, setiap prosedur yang melibatkan pelebaran leher rahim, seperti dalam kasus aborsi bedah, jika dilakukan berulang kali dapat melemahkan serviks itu sendiri.

Jadi jika Anda berencana untuk hamil lagi setelah berkali-kali melakukan tindakan aborsi, maka Anda berpotensi menderita leher rahim lemah yang bisa mulai melebar sebelum waktunya. Lebih parahnya lagi, kondisi ini dapat menyebabkan penghentian kehamilan.

Biasanya histerektomi dapat membantu mengetahui kondisi leher rahim. Di mana dalam kasus leher rahim lemah, jahitan akan dilakukan untuk menutupnya sehingga janin aman berada di dalam rahim.

3. Langsung hamil tidak lama setelah aborsi bisa berbahaya

Para ahli menyarankan supaya tidak terlalu cepat hamil lagi, yaitu paling cepat tiga bulan setelah prosedur aborsi.

Bisa berbahaya.

Dalam kasus aborsi dengan cara menggunakan obat penggugur kandungan dan jamu tradisional, rahim melunak karena efek obat, menginduksi kontraksi untuk mengeluarkan janin. Kondisi ini kemudian diikuti dengan perdarahan sebagai tanda keguguran.

Di sisi lain, aborsi bedah di Klinik Raden Saleh dilakukan melalui evakuasi suction atau vakum aspirasi diikuti dengan kuretase, yaitu menutup pembuluh darah yang ada di dalam rahim untuk mengurangi terjadinya perdarahan hebat. Sehingga dibutuhkan pemulihan pada rahim dan juga kesehatan wanita yang melakukan aborsi itu sendiri.

Oleh karena itu, sangat ideal untuk menunggu paling tidak selama tiga bulan setelah prosedur aborsi sebelum mencoba untuk hamil lagi.

4. Penggunaan kontrasepsi setelah prosedur aborsi sangat diperlukan

Bahkan jika Anda menderita pendarahan atau tidak lagi mengalami menstruasi setelah menjalani aborsi, Anda masih akan berovulasi. Ini berarti jika Anda tidak menggunakan kontrasepsi atau pelindung lainnya, sangat mungkin Anda akan segera hamil setelah menjalani aborsi.

Kehamilan yang tidak diinginkan segera setelah prosedur aborsi bisa mengarah kembali pada nasib yang sama, yaitu aborsi di Klinik Aborsi. Terutama jika Anda masih belum siap untuk menerima kehamilan itu, baik secara mental maupun fisik.

5. Bantuan ahli diperlukan dalam merencanakan kehamilan pasca aborsi

kesempatan hamil setelah melakukan aborsi, Anda yang harus menunggu cukup lama agar rahim Anda sembuh setelah sempat menjalani aborsi, bagaimanapun perlu melakukan konsultasi dengan dokter kandungan sebelum Anda merencanakan kehamilan yang selanjutnya.

Tes diagnostik tertentu yang dilakukan sebelum konsepsi dapat memberikan Anda pilihan yang adil jika berencana untuk hamil, terutama untuk mengetahui apakah rahim Anda sudah sembuh dan cukup mampu untuk memelihara janin yang baru.

Baca Juga :

  1. Biaya Aborsi Di Jakarta
  2. Klinik Aborsi Legal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *